Image default
Uncategorized

Bentuk Tubuh Rasulullah saw

Anas bin Malik r.a adalah Abu Nadhr Anas bin Malik Al-Anshari Al-Bukhari Al-Khazraji. Ia tinggal bersama Rasulullah saw dan membantu beliau selama 10 tahun. Dan ia merupakan sahabat yang paling akhir meninggal pada tahun 71 H di Basrah.

Dalam satu riwayat yang bersumber dari Anas bin Malik r.a

كنارسو الله ليس بالطويل الباأن ولابالقصير,  ولا باللأبيض الأمهق, ولا بالادم ولا بالجعد القطط ولا بالسبط. بعثه الله تعالى على رأس أربعين سنة, فأقام بمكة عشر سنين وبالمدينة عشر سنين, وتو فاه على رأس ستين سنة وليس فى رأسه ولحيته عشرون شعرة بيضاء.

Rasulullah saw bukanlah orang yang berpawakan terlalu tinggi, namun juga tidak pendek. Kulitnya tidak putih bule tidak pla sawo matang. Rambutnya ikal, tidak terlalu keriting dan Tidak pula lurus kaku. Beliau diangkat menjadi rasul dalam usia 40 Tahun. Beliau tinggal di Mekah (sebagai rasul) selama 10 tahun dan di Madinah sepuluh tahun. Beliau pulang ke rahmatullah dalam usia 60 Tahun  (1). Pada kepala dan janggutnya tidak terdapat sampai 20 lembar rambut yang telah berwarna putih.

Diriwayatkan oleh Abu Raja’ Qutaibah bin Sa’id, dari Malik bin Anas, dari Rabi’ah bin Abu Abdirrahman yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.

 

 

Dalam satu riwayat lain  yang bersumber dari Hasan bin ‘Ali r.a dikemukakan bahwa ia pernah bertanya kepada pamannya yang bernama Hind bin Abu Halah (anak tiri Rasulullah saw) tentang sifat Nab saw, Hind menjawab yang artinya:

Rasulullah saw adalah seorang yang berjiwa besar dan berwibawa. Wajahnya cerah bagaikan rembulan dimalam purnama. Beliau lebih tinggi dari orang pendek dan lebih dari orang yang tinggi. Beliau berjiwa pelindung. Rambutnya bergelombang. Apabila beliau menyisir rambutnya, maka dibelah menjadi dua. Bila tidak, maka ujung rambutnya tidak melampaui daun telinga. Rambutnya disisir dengan rapi, tampak selalu besih. Dahinya lebar, alisnya melengkung bagaikan dua bulan sabit yang terpisah. Di antara keduanya terdapat urat yang tampak kemerah-kemerahan ketika marah. Hidungnya mancung, dipuncaknya ada cahaya yang memancar, hingga orang yang tidak mengamatinya akan mengira puncak hidungnya lebih mancung. Janggutnya ebal, kedua pipinya mulus, mulutnya lebar serasai dengan wajahnya, giginya agak jarang teratur rapi, bulu dadanya halus, lehernya mulus dan tegak bagaikan leher kendi. Bentuk tubuhnya sedang-sedang saja, badanya berisi, perut dan dadanya sejajar, dadanya bidang, jarak anatara kedua bahunya lebar dan tulang persendian besar. Badan yang tidak ditumbuhi rambut nampak bersih bercahaya. Dari pangkal leher samapai ke pusat tumbuh bulu bagaikan garis. Kedua susu dan perutnya besih selain yang disebut tadi. Kedua hasta, bahu dan dada bagian atas berbuu halus. Kedua ruas tulang tangan panjang, telapak tangannya lebar. Kedua telapak tangan dan kakinya tebal, jemarinya panjang, lekukan telapak kakinya tidak menempel ke tanah. Kedua kakinya licin sehingga air pun tidak menempel. Bila ia berjalan, diangkat kakainya dengan tegap. Ia melangkah dengan mantap dan berjalan dengan sopan. Jalannya cepat, seakan turun ke tempat yang rendah. Bila Beliau menoleh seseorang, maka beliau memalingkan seluruh badanya. Pandangan matanya tearah ke bawah, hingga pemandangan ke bumi lebih lama dari pandangan ke arah langit. Pandangan penuh makna. Bila ada sahabat berjalan, maka beliau berjalan dibelakangnya dan bila berpapasan maka beliau menyapa dengan salam.

(Diriwayatkan oleh Sofyan bin Waki’ dari Jami’ bin ‘Umar bin Abdurrahman al-‘Ajali dari warga Bani Tamim bernama Abu ‘Abdullah dari Hind putra Abi Halah yang besumber dari Hasan bin ‘Ali r.a).

 

 

#hadits #hadit #sunahrasul #sunah #sunni #Imamtirmidzi #majelis #rasulullahsaw #alquran #quran #instagram #google #abdurrahmansidik #abdurrahmansidik

#abdurrahmansidik #abdurrahmansidik #abdurrahmansidik #abdurrahmansidik #abdurrahmansidik #abdurrahmansidik #abdurrahmansidik #abdurrahmansidik #abdurrahmansidik #abdurrahmansidik #abdurrahmansidik #abdurrahmansidik

Related posts

generasi milenial dalam pemilu

admin

Biografi dan Pemikiran Imam Al Ghazali

admin

Tokoh di Indonesia Prof. Dr. H. Muhammad Amien Rais

admin

Leave a Comment