Image default
islam

harta waris – Pembagian harta waris menurut al quran as-sunnah

Ilmu tentang harta waris semakin sedikit yang mengenalinya, baik dari kalangan awam sampai kalangan professor. Sesuai sabda rasulullah saw yang diriwayatkan A’raj yang artinya: wahai abu hurairah, pelajarilah ilmu faaidh dan ajarkanlah. Karena dia setengah dari ilmu dan dilupakan orang. Dan dia adlah yang pertama kali dicabut dari umatku”. (HR. Ibnu Majah, Ad-Daruquthuny dan Al-Hikam).  Jadi pelajarilah ilmu mawaris atau faraidh untuk mempertahankan ilmu dari kepunahan.

Sabda rasulullah yang artinya ”Berikanlah warisan kepada ahli waris yang berhak menerimanya dan jika tersisa, maka diberikan kepada ahli waris laki-laki yang lebih berhak menerimanya”. (HR. Al-Bukhari no.6732). Setiap laki-laki akan memperoleh harta warisan lebih besar dari perempuan, karena laki-laki disini dituntut didalam syariat untuk menjadi kepala keluarga.

Pedoman baku hukum waris ada tiga bagian, diantaranya; Pertama, tentang bagian ashlu (asal) dan furu’ (cabang). Yang kedua, tentang bagian suami isteri dan anak-anak ibu (saudara seibu). Yang ketiga, tentang bagian saudara bukan seibu.

Dasar dalil tentang hukum asal dan cabang mawaris. Alloh SWT berfirman dalam  Q.S An-Nisa: 11 yang artinya ”Alloh mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu”. Anak-anak  disini dibagi menjadi beberapa bagian.

Pertama, Anak laki-laki saja mendapatkan ‘ashabah (sisa harta setelah fardh/ bagian yang sudah ditentukan besarnya) dan dibagi secara rata.

Kedua, Anak perrempuan saja telah ditetapkan apabila sendiri maka ia akan mendapatkan ½ dan apabila lebih dari satu orang akan mendapatkan 2/3 dari keseluruhan. Sesuai firman Alloh swt dalam Q.S An-Nisa: 11 yang artinya: “…jika anak perempuan itu seorang saja, amaka ia mendapatkan ½ harta…”.

Ketiga, Gabungan anak laki-laki dan anak perempuan. Sebelum dibagikan ke ‘ashabah ushul harta waris diberikan ke ‘ashabah furu’, masing-masing ibu atau bapak mendapatkan 1/6 fariidhah (jatah wajib yang telah ditentukan) dan selebihnya diberikan kepada anak laki-laki dan anak perempuan.

Keempat, simayit tidak memiliki anak sama sekali dan kedua orang tuanya sebagai ahli waris, maka ibu mendapat 1/3 bagian sedangkan ayah mendapatkan ‘ashabah. Seanndainya si mayit memiliki dua orang saudara atau lebih maka ibu mendapat bagian 1/6 fariidah dan sisanya untuk ayah.

Ayat kedua dalam Al Qur’an surat An-Nisa: 12 yang artinya “Dan bagimu (suami) seperdua dai harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu”. Penjelasan ayat ini bahwa suami memiliki dua keadaan; Pertama, jika isteri meninggal memiliki anak laki-laki atau anak perempuan, maka suami mendapat ¼ bagian. Kedua, jika isteri meninggal tidak memiliki anak, maka suami mendapatkan ½ bagian.

Untuk isteri memiliki dua keadaan jika ditinggal meninggal suami, diantaranya; Pertama, jika suami meninggal memiliki anak laki-laki atau anak permpuan, maka isteri mendapat bagian fariidhah 1/8. Kedua, jika suami meninggal tidak memiliki anak, maka isteri mendapat ¼ bagian.

Jika saudara seibu hanya satu orang maka ia mendapat 1/6 bagian, namun, apabila ada dua atau lebih, maka ia mendapatkan 1/3 yang dibagi secara merata tanpa ada pembedaan laki-laki atau perempuan.

Ayat ketiga dalam Q.S An Nisa: 176 yang artinya “Mereka meminta fatwa kepadamu tentang Kalalah. Katakan-lah Alloh memberimu fatwa tentang Kalalah”. Kalalah yaitu seseorang yang meninggal yang tidak meninggalkan ayah dan anak. Dalam ayay ini Alloh menjelaskan bagian saudara bukan seibu (saudara kandung atau saudara seayah). Dari sini bisa ditarik menjadi tiga bagian, diantaranya; Pertama, saudara laki-laki saja, mereka mendapatkan sama rata seperti ‘ashabah. Kedua, saudara perempuan saja, mereka mendapatkan ½ apabila satu orang dan 2/3 untuk dua orang atau lebih. Ketiga,  jika terdiri dari laki-laki dan perempuan, mereka mendapatkan seperti ‘ashabah dengan catatan perempuan mendapatkan ½ dari laki-laki.

 

 

Sumber; buku Panduan Praktisi Hukum Mawaris

Related posts

Buku Menjadi Wanita Paling Bahagia Karya Dr. `Aidh al-Qarni Wa: 0878-2607-2217

admin

Buku Qadha dan Qadar Karya Ibnul Qayyim al-Jauziyyah Wa: 0878-2607-2217

admin

TANQIH AL-QAUL – Syekh Nawawi al-Bantani Wa: 087826072217

admin

Leave a Comment